Seringkali apresiasi untuk pemain sepakbola diwujudkan dengan memberikan nama sebuah stadion dengan nama sang pemain yang dianggap berjasa besar. Hal ini juga dialami oleh mantan pemain timnas Argentina era 70-80an, Mario Kempes.
Salah satu prestasi Mario Kempes adalah mengantar Argentina menjuarai Piala Dunia 1978. Saat itu Argentina mengalahkan Belanda di partai final 3-1. Pria berjuluk matador ini mencetak dua gol sekaligus tercatat sebagai top skor dengan total 6 gol.
Atas prestasinya itu, nama Mario Kempes diabadikan menjadi nama sebuah stadion di Cordoba, daerah asalnya.
"Kami berinisiatif untuk memberikan penghargaan kepada pesepakbola terbaik asal Cordoba, Mario Alberto Kempes, yang memberikan kami kejayaan di Piala Dunia 1978," kata gubernur propinsi Cordoba Juan Schiaretti, seperti dikutip dari Reuters.
Kempes mengaku sangat tersanjung dengan penhgargaan ini. "Saya diliputi rasa bangga. Pada umumnya, nama orang diabadikan sebagai nama jalan atau alun-alun di kota kelahiran dia, saat dia sudah tidak ada lagi," kata Kempes.
Kempes memperkuat Albiceleste tahun 1973 hingga 1982. Dari 43 kali penampilannya, ia mencetak 20 gol.
Kempes bukan satu-satunya figur sepakbola yang namanya diabadikan sebagai nama stadion. Sebelumnya nama Diego Maradona dan Marcelo Bielsa sudah diabadikan untuk nama stadion.
Selengkapnya...
7 Okt 2010
Info Sepakbola | Mario Kempes Dijadikan Nama Stadion
29 Sep 2010
Info Sepakbola | Blanco Rambah Dunia Akting

Pesepakbola asal Meksiko, Cuauhtemoc Blanco nampaknya semakin serius menggeluti dunia barunya dibidang hiburan. Blanco yang sebelumya menjadi pemandu acara televisi, saat ini membintang sebuah film serial.
Hingga saat ini Blanco masih tercatat sebagai pemain sepakbola yang masih aktif. Pria berusia 37 tahun ini akan menjalani debutnya di dunia akting. Seperti diberitakan Reuters, Blanco membintangi sebuah film yang akan disiarkan TELEVISA (stasiun tv berbahasa Sapnyol terbesar di dunia) akhir Oktober dan berperan sebagai seorang pemadam kebakaran.
Blanco akan bermain bersama model dan aktris Paraguay, Larissa Riquelme. Seperti diketahui Larissa beberapa waktu lalu membuat pernyataan yang membikin heboh dengan berjanji akan bugil keliling kota Asuncion--ibukota Paraguay--jika negaranya berhasil memenangi Piala Dunia 2010.
Blanco tampak sangat antusias dengan pekerjaan sampingannya ini. Ia tidak takut menerima opini negatif orang lain dan merasa akting menjadi tantangan lain dalam hidupnya.
"Ini adalah tantangan besar buat saya, ini tahap lain dalam hidup saya," ujar Blanco.
"Saya tahu saya akan dikiritik orang, orang-orang akan mengejek saya tapi saya akan mengerahkan segala yang saya punya untuk berhasil," seru pemain yang pernah merumput bersama Real Valladolid itu.
Blanco disebut-sebut sebagai salah satu pesepakbola terbesar Meskiko. Pria setinggi 185 cm itu pernah tampil di tiga Piala Dunia termasuk pagelaran di Afrika Selatan tengah tahun ini dan menyabet berbagai penghargaan individu seperti Sepatu Emas Piala Konfederasi 1999 dan FIFA Silver Ball di ajang yang sama.
Selengkapnya...
28 Apr 2010
Info Sepakbola | Seni dan Sepakbola

Duapuluh enam tahun lalu, tepatnya 7 Juli 1974 kita teringat pada Belanda dengan Total Football-nya. Saat itu sedang berlangsung final piala dunia antara Belanda versus Jerman. Siapa saja yang merasa waras saat itu pasti memilih menjagokan Belanda yang keluar sebagai juara daripada Jerman. Orang Jerman sendiri jika ditanya tanpa memedulikan rasa nasionalisme pastilah akan menjawab hal serupa.
Belanda di bawah otak Michel dan kaki Johan Cruyff adalah sebuah imaji tentang ritme permainan sepakbola. Bagaimana membuat sebuah pola taktik menyerang tanpa perlu khawatir pertahanan menjadi longgar, bahkan sebaliknya, macam apa rasanya memiliki maestro secerdas Cruyff, seperti apa jalannya menyajikan sebuah tontonan atraktif yang mampu membuat lawan dan penonton terkagum-kagum, adalah sederet pertanyaan yang telah tuntas dijawab oleh Belanda. Satu-satunya pertanyaan yang saat itu belum dijawab Belanda adalah: mampu memberikan (gelar) apa Total Football bagi sebuah bangsa bernama Belanda?
Malam itu sebuah jawaban dikeluarkan oleh sang maestro, ketika dua gol dari Paul Breitner dan Gerd Muller memangkas sebiji gol Johan Neskens: "Keindahan akan selalu dikenang, bahkan melebihi kemenangan."
Ya, Belanda kalah 2-1 dari Jerman dan dunia berkata "tidak adil!" Sepanjang turnamen, Belanda yang bermain luar biasa, pun ketika menghadapi Jerman, ternyata harus kalah oleh Jerman yang bermain sangat hati-hati dan cenderung tidak menikmati permainan.
Henk Spaan, pengamat sepakbola terkenal asal Belanda mengatakan bahwa apa yang dikatakan Cruyff setelah kekalahan tersebut adalah sebuah "rasionalisasi atas kekalahan". Selepas kekalahan itu banyak orang mulai menikmati sepakbola tidak melulu dengan menang atau kalah, tetapi lebih cenderung sebagai sebuah seni permainan yang mengutamakan skill ketimbang hasil. Dan sejak saat Cruyff mengeluarkan pernyataan yang sampai sekarang masih diyakininya itu, Belanda mulai menjejaki dunia sepakbola dengan sebuah doktrin: keindahan dan permainan menyerang.
Tetapi, tak banyak orang sependapat tentunya. Terlebih bila pertanyaan apakah "keindahan lebih suci ketimbang kemenangan" ditanyakan kepada para penganut pragmatisme sepakbola macam Fabio Capello atau Jose Mourinho, jawabannya sudah kadung tentu kita tahu: "Tidak!" Kita masih ingat bagaimana "pragmatikrasi" dalam sepakbola ini telah banyak membabat keindahan seni dalam sepakbola. Selain Jerman di Piala Dunia 1974, AC Milan pada Piala Champion 1994 dengan Capello juga melakukan hal yang sama. Milan, yang pada malam puncak Piala Champion saat itu bertemu "Dream Team" Barcelona, di atas kertas dan lewat prediksi seorang profesor bidang sepakbola sekalipun sudah divonis akan kalah, melumat habis Barcelona empat gol tanpa balas. Lalu yang paling teraktual adalah Internazionale Milan, yang pada Rabu 20 April 2009 kemarin sukses menghempaskan Barcelona, sang juara bertahan, dengan skor cukup meyakinkan 3-1.
Pada pertandingan itu Mourinho seakan menjelma menjadi Helenio Herrera, sang arsitek pencetus ide bombastis yang kita kenal dengan sebutan Catenaccio. Pertahanan yang begitu kekar dan tangguh, lini tengah yang padat dan barisan penyerang cerdik juga tangkas, menjadikan Inter malam itu seperti sebuah taifun yang menggulung habis sebuah ladang peternakan domba bernama Barcelona. Kekalahan pada pertandingan fase grup dari Bercelona sebelumnya seperti tak berbekas. Inter layak menang, terlepas dari kepemimpinan wasit yang ditenggarai sebagai biang keladi kekalahan Barcelona . Lalu ramai-ramai orang mengatakan bahwa malam itu adalah kemenangan "seni bertahan".
Sebenarnya apa yang "indah" dan layak dikatakan sebagai "seni"?
Saya ingat Stockhausen, seorang komponis Jerman terkenal, yang tak lama setelah tragedi WTC berujar: "Itulah karya seni terbesar untuk seluruh kosmos." Sejak mengeluarkan pernyataan tersebut ia pun dikecam, karena dianggap melecehkan perasaan keluarga korban dan rakyat Amerika Serikat. Salahkah Stockhausen, bila kita ingat bahwa pada tahun 1911 pelukis Marcel Duchamp pernah mengikutsertakan sebuah sentoran kencing ke dalam sebuah pameran seni rupa di New York ? Sekali lagi, manakah yang bukan "seni" dan layak disebut "seni"?
Diakui atau tidak, ada semacam sebuah otoritas yang begitu punya kuasa dalam penentuan sebuah karya seni. Sebuah karya seni ditopang oleh beberapa hal berikut: institusi dan geografi yang "tepat" dan sebuah fatwa. Katakanlah sebuah kanvas polos berwarna putih yang diletakkan dalam sebuah galeri kesenian ternama yang dipenuhi oleh para mahasiswa jurusan seni, kritikus seni dan seorang kurator johari, yang kompak menyebut bahwa kanvas tersebut mempunyai potensi untuk menyentuh hati tentang "permenungan", "ketiadaan", atau sesuatu yang melambangkan "kesendirian".
Ini menunjukkan ada sebuah institusi di sana (mahasiswa seni, kritikus dan kurator). Ada posisi geografis yang tepat (galeri ternama) dan terdapat fatwa: bahwa kanvas kosong tersebut berpotensi menimbulkan sebuah kesan di hati tiap orang yang melihat. Dengan kata lain, selama sebuah otoritas membaptiskan sesuatu sebagai "seni", maka semua hal dapat dikeramatkan dan masuk dalam wacana kesenian. Begitu sajakah?
Dalam dasar-dasar logika, ada dua buah macam pembenaran yang dipakai untuk menakar persoalan-persoalan dilematis seperti di atas: pembenaran "ontologis" dan pembenaran "epistemologis". Dalam kasus karya seni tadi, pembenaran ontologisnya adalah: "Karena X ada di Tate Moderen, maka X adalah sebuah karya seni." Sedangkan pembenaran epistemologisnya adalah: " Karena X adalah sebuah karya seni, maka X ada di Tate Moderen."
Pembenaran ontologis menganggap bahwa segala macam benda yang dipajang di Tate Moderen adalah sebuah karya seni, sekalipun seonggok daging penuh ulat. Sebaliknya, pembenaran epistomologis masih menyediakan ruang dialog untuk mempersoalkan apakah X merupakan atau kayak disebut karya seni. Sebuah sikap keterbukaan, pertanyaan dan sikap kritis -- termasuk kepada diri sendiri -- memang menjadi semangat utama dalam pembenaran epistemologis. Ini yang tak terdapat sekaligus membedakan dalam pembenaran ontologis.
Sepertinya diperlukan sebuah ruang dialog seperti itulah ketika banyak orang cenderung menganggap Total Football adalah sebuah "seni" dalam permainan sepakbola, sedangkan pragmatisme sepakbola yang mengusung prinsip Catenaccio cenderung haram untuk masuk dalam kategori berkesenian di sepakbola. Ruang dialog seperti ini pula yang sekiranya diperlukan bila Anda ingin percaya bahwa kini saatnya sepakbola bertahan yang menjadi "seni" permainan dalam sepakbola. Terlepas Anda memerlukan ruang dialog itu atau tidak, anda tetap punya otoritas tersendiri untuk memilih.
Semudah dan sesulit itu saja, bukan?
Selengkapnya...
21 Apr 2010
Bundesliga | Bundesliga Paling Laku untuk Sponsor Kostum

Pamor Liga Jerman alias Bundesliga boleh di bawah Inggris, Spanyol dan Italia. Akan tetapi mereka mendapatkan sponsorship di baju mereka lebih besar daripada tiga kompetisi top Eroa lainnya itu.
Berdasarkan laporan sebuah konsultan olahraga StageUp, pendapatan dari sponsor di kaus klub sepakbola di lima liga top Eropa musim ini mengalami penurunan 2,6 persen menjadi 365 juta euro (sekitar Rp 4,4 triliun).
Meski demikian, penurunan revenue itu masih lebih rendah dibanding belanja dari corporate communication yang turun sampai dua digit. Demikian dikutip dari Reuters, Rabu (21/4/2010).
"Meskipun masih dalam krisis finansial global, tapi sponsorship kaus di lima divisi top Eropa tetap merupakan daya tarik yang besar untuk para investor," demikian pernyataan StageUp.
Salah satu hal yang diyakini menarik minat para sponsor itu adalah karena ekspos tim-tim sepakbola di era media massa saat ini semakin besar dan panjang durasinya khususnya di media-media elektronik.
Klub-klub Bundesliga secara umum menghasilkan rata-rata 6,3 juta euro dari sponsorship kaus, naik 5 persen dari musim sebelumnya. Hal ini merupakan kontradiksi dari Liga Inggris yang malah turun 10 persen menjadi 4,8 juta euro.
"Bundesliga tetap di puncak … Utamanya yang disyukuri adalah kontrak menguntungkan dari Bayern Munich, Schalke 04, dan Borussia Dortmund."
Perusahaan yang sedang menjadi primadona sponsor kaus klub-klub Eropa adalah perusahaan judi (taruhan) dan energi.
Sektor energi, misalnya, total investasinya di empat klub Bundesliga musim ini mencapai 33,8 juta euro. Bayern Munich adalah yang menerima keuntungan sangat besar berkat perpanjangan kontrak mereka dengan perusahan telekomunikasi Jerman, T-Mobile.
Sektor taruhan, meskipun dilarang memasang logonya di kaus klub-klub Jerman, secara umum meningkat peranannya di lebih dari sepertiga klub-klub Eropa.
Sementara itu Premier League menderita karena krisis finansial. Akan tetapi, diperkirakan mereka bisa bangkit setelah beberapa klub elit seperti Manchester United dan Chelsea tetap memperoleh deal-deal yang semakin menguntungkan.
MU -- penghasil terbesar kedua setelah Bayern -- mendapat kontrak sponsorship kaus berdurasi empat tahun dari broker asuransi asal AS, Aon Corp, yang nilainya dilaporkan mencapai 23 juta euro (Rp 277 miliar) per tahun.
Seri A tetap di urutan ketiga, di mana cuma Juventus, AC Milan dan Inter Milan yang mengalami kenaikan pendapatan dari sektor ini.
Milan ditaksir bakal masuk posisi lima besar musim depan, setelah mereka berganti sponsor di kausnya dari perusahaan judi Bwin dengan maskapai penerbangan Dubai, Emirates, yang berinvestasi 60 juta euro (Rp 724 miliar) untuk empat tahun.
Liga Spanyol ada di urutan keempat namun dengan persentase kenaikan pendapatan terbesar. Liga Prancis menyusul di peringkat lima daftar tersebut.
Selengkapnya...
Info Sepqakbola | Cium-Mencium Bibir di Lapangan

Peristiwa ciuman yang dilakukan Gary Neville dan Paul Scholes akhir pekan kemarin mengejutkan publik. Tapi tak perlu kaget sebenarnya, karena sudah pernah ada yang melakukan itu sebelumnya.
Ciuman Neville dengan Scholes terjadi usai pertandingan Manchester City kontra Manchester United. Scholes yang mencetak gol kemenangan MU di menit terakhir mendapat ciuman di bibir dari Neville.
Kontan peristiwa itu menjadi pembicaraan publik. Ciuman (di bibir) yang dilakukan dua orang pesepakbola, jelas tidak lazim. Apalagi, baik Neville dan Scholes adalah dua pria straight yang sama-sama sudah punya istri.
Tapi tindakan dua pemain senior MU itu bukanlah yang pertama. Sebelum ini, sudah pernah terjadi ciuman antara dua pesepakbola, seperti yang dilakukan dua pemain Liverpool, Steven Gerrard dan Xabi Alonso.
Keduanya berciuman di bibir selama lebih kurang satu detik dalam perayaan keberhasilan Liverpool menjuarai trofi Liga Champions tahun 2005 di Istanbul, Turki.
Saat itu, keduanya masih lajang, meski sudah punya pacar. Sebagai catatan, Gerrard menikahi Alex Curran pada tahun 2007, sedangkan Alonso menikahi Nagore Aranburu pada Juli 2009 meski mereka telah punya anak tahun 2008.
Nah, jauh sebelum itu lagi, ciuman dua pesepakbola juga dilakukan oleh dua bintang Argentina yang bermain di Boca Juniors, yakni Diego Maradona dan Claudio Caniggia.
Pada tahun 1995, Maradona bergabung dengan Boca dan bereuni dengan Caniggia, sahabat dekatnya. Saat itu, Maradona berjanji akan memberi ciuman untuk setiap gol yang dicetak Caniggia.
Rupanya, tindakan Maradona ini mendatangkan rasa cemburu kepada istri Caniggia saat itu, Mariana Nannis, yang entah berkelakar atau tidak menyebut Maradona jatuh cinta dengan suaminya. "Pasti karena rambutnya yang pirang dan ototnya yang kekar," tutur Nannis yang mantan model itu.
Tidak pernah ada catatan kapan pertama kalinya ciuman dua pesepakbola pria terjadi. Bagi sebagian orang, tindakan tersebut mengejutkan, tapi buat yang lain mungkin saja tidak. Penilain akhirnya kembali kepada masing-masing orang.
Selengkapnya...
14 Apr 2010

Masih ingat dengan kabar pelelangan anting Diego Maradona di Italia beberapa waktu lalu? Ternyata, orang yang berani menebus anting itu adalah penyerang Palermo, Fabrizio Miccoli.
Anting Maradona itu dilelang di Italia pada Januari silam. Anting itu sendiri disita dari tangan Maradona bulan September 2009 setelah pelatih timnas Argentina itu dituduh menggelapkan pajak.
Saat akan dilelang, sekelompok suporter Napoli mengaku mengincar anting dari pria yang melegenda di klub Italia selatan itu. Namun anting itu akhirnya jatuh ke seorang pembeli dengan harga 25 ribu euro (Rp 306 juta).
Setelah hampir empat bulan, nama pembeli itu akhirnya terungkap. Ia adalah Miccoli, pesepakbola Palermo (juga klub di Italia selatan) yang mengaku penggemar berat Maradona.
Saat ditanya apakah Miccoli akan mengembalikan anting itu kepada Maradona, Miccoli mengaku tidak tahun.
"Dia tahu saya memiliki anting itu. Sulit untuk bertemu dia sekarang, tapi saya berharap kami akan bertemu segera," aku Miccoli kepada La Gazzetta dello Sport yang dikutip Reuters.
Miccoli yang punya postur seperti Maradona, pendek dan sedikit gemuk tapi lincah, memang seorang penggemar berat Maradona yang mengantar Argentina jadi juara dunia tahun 1986.
"Saya memberi nama anak saya Diego sebagai bentuk penghormatan buat dia (Maradona)," lugas pemain kelahiran 30 tahun lalu itu.
Selengkapnya...
13 Feb 2010
Casillas Menuju 500

Penjaga gawang Real Madrid Iker Casillas siap menorehkan milestone di buku sejarah Los Blancos. Bila diturunkan akhir pekan ini, maka San Iker akan mencatatkan penampilannya yang ke-500.
Seperti dikutip dari situs resmi Madrid, Casillas tinggal butuh satu partai lagi guna mencatatkan caps ke-500-nya bersama Madrid.
Sejak menjalani debutnya di musim 1999/2000, Casillas sudah tampil 368 kali di La Liga, 16 kai di Copa del Rey, 101 di Liga Champions, tujuh di Piala Super Spanyol, dua di Piala Super Eropa, dua di piala interkontinental/Piala Toyota, dan tiga di kejuaraan dunia antarklub.
Empat gelar La Liga, dua Liga Champions, tiga Piala Super Spanyol, satu Super Eropa, satu piala interkontinental, dan dua penghargaan kiper terbaik dunia adalah pencapaiannya. Semua itu diraih San Iker ketika usianya baru 28 tahun.
"Saya praktis masih ingat setiap laga dan hasil akhirnya. Menurut saya, selama menjaga gawang Madrid saya membuat sedikit kesalahan," ujar Casillas.
Apa hal-hal yang membekas di dalam benak San Iker selama satu dekade menjaga gawang Los Merengues? "Tembakan Adriano yang ketika itu memperkuat Inter Milan adalah yang terkeras yang pernah saya hadapi. Ketika itu di laga Trofi Santiago Bernabeu."
"Sementara penyelamatan terbaik saya adalah ketika saya menggagalkan serangan Racing Santander. Ketika itu kami menang berkat gol Zidane," ujarnya.
Casillas mengatakan kini dia merasa sudah beranjak tua. Ia menjelaskan berat badannya beratmbah hampir sepuluh kilogram, dari 77 kg kini menjadi 86 kg. Kiper nasional Spanyol itu mengatakan dirinya bersyukur karena saat beranjak tua, dia bisa bekerja lebih santai.
"(Pekerjaan) Saya kini lebih rileks. Saya memang ingin menjalani peran lebih di setiap peratndingan, namun tim bermain sangat baik. Jadi saya hanya sedikit bekerja. Semua ingin berpartisipasi. Ketika sepak pojok, semua membantu saya untuk menghalau bola," pungkas Casillas.
Stadion Chapin, markas Xerez bisa menjadi gelanggang di mana kiper kelahiran 20 Mei 1981 itu menorehkan sejarah. Bila pelatih Manuel Pellegrini menurunkannya dalam laga yang digelar Sabtu (13/2/2010) malam waktu setempat, maka angka penampilan Casillas akan menjadi 500.
Memang, bila angka 500 dicapai, Casillas belum akan masuk sepuluh besar daftar penampil terbanyak bagi El Real. Masih ada dua nama pemain aktif yang harus "ditaklukannya" yakni Guti (520) dan Raul Gonzalez (726).
Tapi apa pun itu, penampilan Casillas tetaplah sesuatu yang layak mendapatkan apresiasi.
Selengkapnya...
Terry Ingin Rujuk Saat Valentine

Tak selamanya hari valentine itu indah. Setidaknya bagi John Terry yang rumah tangganya tengah terpuruk, valentine adalah saat untuk memperbaiki hati sang istri, Toni Poole, yang tengah terluka.
Dan perselingkuhan itu pun berujung nestapa untuk Terry. Sudah ditinggal sang istri, kapten Chelsea ini pun harus merelakan ban kapten timnas Inggris-nya dicopot. Kalau bisa memutarbalik waktu mungkin Terry akan memilih untuk tak berhubungan dengan Vanessa Perroncel, wanita selingkuhannya.
Setelah skandal perselingkuhan itu mencuat, Toni memilih untuk menepikan dirinya di Dubai untuk menghindari sorotan media massa. Ia memutuskan untuk berlibur sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Meski akhirnya memilih untuk membukakan pintu maaf untuk Terry, Toni belum mau untuk kembali ke Inggris. Lalu, bagaimana sikap Terry melihat hal ini?
Demi menyelamatkan pernikahannya, si pemilik nomor 26 ini pun rela terbang ribuan mil dari London. Terry bakal menghabiskan valentine yang jatuh pada hari Minggu nanti bersama Toni di Dubai.
"John tak akan bermain pada akhir pekan ini. Carlo (Ancelotti) memberikannya libur," ungkap asisten manajer Chelsea, Ray Wilkins, di AFP. Ya, demi membenahi masalah pribadinya ia diberikan libur, meski The Blues bermain di Piala FA weekend ini.
Maka jadilah valentine kali ini sebuah momen untuk rekonsiliasi hubungan keduanya. Good luck, Terry.
Selengkapnya...
28 Okt 2009
InfoSepakbola | Old Trafford Paling Penuh di Eropa

Ada banyak stadion dengan kapasitas besar di Benua Eropa. Tapi kalau soal jumlah penonton terbanyak, Old Trafford milik Manchester United adalah rajanya.
Demikian hasil penelitian yang dibuat Gazzetta dello Sport sepanjang musim 2008/2009 lalu. Old Trafford atau dikenal juga sebagai Theater of Dreams berada di posisi teratas dalam daftar yang berisi 50 stadion di Eropa tersebut.
Sepanjang musim lalu, rata-rata jumlah penonton yang menyaksikan pertandingan The Red Devils adalah 75.304 orang. Dengan jumlah tersebut Old Trafford menggusur Santiago Bernabeu yang jadi juara di tahun sebelumnya. Dengan rata-rata penonton setiap pertandingan berjumlah 70.816 orang, markas Real Madrid itu turun ke tangga keempat.
Yang cukup mengejutkan adalah keberadaan Iduna Park di posisi kedua setelah kandang Borussia Dortmund menampung rata-rata 74.748 penonton setiap laga. Sementara sang juara Eropa, Barcelona, duduk di tangga ketiga dengan jumlah rata-rata penonton Nou Camp di setiap pertandingan berjumlah 71.045.
Meski kompetisnya kalah gemerlap dibanding Spanyol, Italia dan Inggris, Liga Jerman justru menempatkan banyak stadionnya di posisi 10 besar. Berturut-turut melengkapi stadion dengan rata-rata jumlah penonton terbanyak adalah Allians Arena (Bayern Munich, 69.000), Veltins-Arena (Schalke 04, 61.442), Emirates Stadium (Arsenal, 60.040), San Siro (AC Milan, 59.757), Celtic Park (Glasgow Celtic, 57.366), HSH Nordbank Arena (Hamburg SV, 54881).
Stadion Mestalla milik Valencia menjadi salah satu yang mengalami penururan paling drastis setelah sebelumnya berada di posisi 28 dan tahun lalu duduk di urutan 41. Kondisi yang berseberangan terjadi pada Sevilla yang naik dari posisi 33 ke 26.
Dari daftar stadion dengan rata-rata jumlah penonton terbanyak tersebut, Liga Inggris dan Liga Jerman mendominasi setelah masing-masing menempatkan 13 venue-nya. Selain Liga Spanyol dan Liga Italia yang sama-sama menempatkan enam stadion, rata-rata jumlah penonton terbanyak ada di Liga Prancis (4 stadion), Liga Belanda (3 Stadion), Liga Portugal (2 Stadion), Liga Turki (2 stadion) dan satu stadion dari Liga Skotlandia.
Selengkapnya...
22 Okt 2009
Info Sepakbola | Siaran Laga Sepakbola 3D di Meksiko

Sebuah film yang dikemas dalam bentuk tayangan 3D tentu bukan hal asing-asing amat. Namun, bagaimana kalau tayangan 3D itu adalah siaran pertandingan sepakbola?
Adalah laga antara America dan Guadalajara di kompetisi Meksiko sana yang rencananya akan disiarkan memakai efek 3D. Duel itu sendiri bakal dihelat pada akhir pekan ini, Minggu (25/10/2009).
Pihak penayang, Televisa, dengan gembar-gembor menyebut bahwa siaran pertandingan tersebut sebagai momen bersejarah dalam dunia sepakbola, karena diklaim baru pertama kali terjadi.
"Anda akan menyaksikan sesuatu yang akan membuat sejarah," seru General Manager Operasional Televisa Elias Rodriguez di Reuters.
"Kita bicara tiga dimensi lho..Kami membuat sebuah langkah baru di dalam sepakbola," lanjut editor Televisa Deportes Javier Alarcon.
Duel 3D itu sendiri akan disiarkan di bioskop-bioskop --tentunya yang memiliki fasilitas 3D-- di Meksiko City, Guadalajara dan Monterrey.
Penasaran?
Selengkapnya...
Info Sepakbola | Samai Muller, Raul Top Skorer Eropa

Di tengah duka menyusul kekalahan Real Madrid atas AC Milan, Raul Gonzalez masih punya satu hal untuk dirayakan. Bikin satu gol, dia kini menyamai rekor Gerd Muller sebagai top skorer Eropa.
Madrid di luar dugaan menelan kekalahan atas AC Milan di matchday III Liga Champions dinihari tadi. Menghadapi tim yang tengah terseok di Seri A itu, Los Merengues dipaksa tunduk dengan skor 2-3.
Kalau ada pemain yang jadi bintang di kubu Madrid dalam laga tersebut, maka Raul adalah orangnya. Diturunkan sejak menit pertama, striker 32 tahun itu sempat menggelorakan publik Santiago Bernabeu dengan golnya di menit 19, memanfaatkan kesalahan Dida yang gagal mengamankan bola dengan sempurna.
Meski Merengues akhirnya kalah, sebiji gol tersebut sudah cukup mengantar Raul menorehkan sebuah capaian luar biasa di pentas Eropa. Itulah gol ke-66 sang striker di Liga Champions. Dia pun menyamai rekor berusia 31 tahun milik Gerd Muller yang selama ini berdiri sendirian di posisi teratas daftar pemain tersubur Benua Biru.
Muller meraih seluruh golnya tersebut dalam kurun 11 tahun saat membela raksasa Jerman, Bayern Munich. Dalam kurun tersebut striker legendari Jerman itu sukses mengantar The Bavarian mencetak hat-trick juara Liga Champions di tahun 1974, 1975 dan 1976.
Sama seperti Muller, Raul saat ini juga sudah memberi Madrid tiga titel Liga Champions di tahun 1998, 2000 dan 2002. Tapi raihan striker Spanyol itu masih lebih bagus dibanding dari Muller karena seluruh gol yang dia buat di pentas Eropa tercipta di kompetisi Primer bernama Liga Champions. Sementara tidak semua gol Muller dia buat di turnamen yang dulunya bernama Liga Champions itu.
"Gol yang dibuat Raul menunjukkan seberapa tajam dirinya. Dia selalu tampil luar biasa dan jadi pemain yang memecahkan banyak rekor. Dia jadi orang pertama yang datang berlatih setiap saat dan seperti tak pernah lelah. Itulah kenapa dia selalu jadi kunci tim ini," sanjung Kaka mengomentari rekor baru Raul.
Raul saat ini bukan hanya tercatat sebagai top skorer Liga Champions. Dengan total sudah melakoni 128 laga, dia juga merupakan pemain yang paling sering merumput di kompetisi papan atas antarklub Eropa itu.
Selengkapnya...
12 Okt 2009
Info Sepakbola | Pertama Kali Dalam Dunia Sepakbola

Sebuah revolusi kecil telah terjadi dalam dunia hiburan sepakbola. Bukan di sepakbolanya tetapi dalam penayangan pertandingan. Untuk pertama kali dalam sejarah sebuah laga sepakbola hanya bisa ditonton lewat internet di Inggris: Inggris vs Ukraina di kualifikasi Piala Dunia 2010.
Sebuah pertandingan yang tak terlalu penting untuk Inggris karena toh mereka sudah lolos. Namun tetap saja, menurut data resmi yang dikeluarkan pihak pemegang hak siar ini, sekitar 300 ribu pengakses bersedia membayar sekitar 5 hingga 12 Poundsterling untuk menonton pertandingan itu. Konon perusahaan pemegang hak siar itu mendapat pemasukan sekitar 3 juta poundsterling.
Perusahaan itu bukanlah perusahaan Inggris tetapi sebuah perusahaan hiburan Swiss, Kentaro. Setelah menang tender perusahaan itu menggandeng perusahaan digital Perform untuk menayangkannya via internet
Kesimpulan apa yang bisa diambil dari penayangan via internet ini? Sebuah pertandingan yang tidak penting untuk pasar dimana pertandingan itu akan ditayangkan – bahkan BBC yang merupakan stasiun televisi layanan masyarakat hanya bersedia menawar 900 ribu Poundsterling untuk hak siarnya, perusahaan asing yang memegang hak siarnya, serta eksklusif hanya ditayangkan lewat tekhnologi yang relatif belum semasal dan semapan televisi.
Dulu sepakbola adalah sebuah hiburan yang hanya bisa ditonton dengan orang datang ke stadion. Tekhnologi bergerak, jaman berubah, dan orangpun terperangah: radio muncul dan orangpun bisa mengikuti pertandingan lewat laporan langsung via radio.
Ketika televisi muncul maka cara untuk mengikuti sebuah pertandingan sepakbola juga menjadi beragam.
Mereka yang berotak bisnis berpikir cerdik. Saat televisi sudah menjadi jamak di ruang tamu semua lapisan masyarakat, serta sepakbola masuk dalam alam bawah sadar masyarakat sebagai sebuah kebutuhan hiburan massal, maka dipikirkanlah cara untuk mengeksploitasi hal ini habis-habisan.
Pertanding-pertandingan sepakbola yang sebelumnya gratis tertayang televisi dibuat eksklusif. Hanya mereka yang mau membayar dan berlangganan siaran sepakbola bisa menonton. Mereka yang menolak untuk berlangganan masihlah boleh menonton sepakbola ini tetapi tidak lengkap, sepotong-potong dan ulangan.
Disini kita sadar atau setidaknya para pengelola sepakbola sadar bahwa sepakbola telah dan bisa masuk menjadi sebuah industri hiburan. Nilai-nilai korporat dan kapitalistik pelan tapi pasti menjadi nyawa sepakbola. Menggantikan nilai-nilai ideal yang konon pernah menjadi cikal bakal mengapa pertandingan sepakbola diadakan: seperti misalnya membangun karakter kejiwaan untuk menjadi pribadi yang bertanggungjawab, mempunyai solidaritas sosial, dan teguh dalam bersikap.
Apalagi ketika tayangan sepakbola tidak lagi sekadar berbatas negara. Kalau pertandingan sepakbola dimaknai sebagai sebuah produk untuk dan memang bisa dijual secara masal dengan imbalan uang, tidakkah kita sudah berbicara tentang sepakbola sebagai produk industri. Apa bedanya sepakbola dengan mobil, pakaian, maupun benda-benda material lainnya.
Mengambil contoh sepakbola Inggris ditingkat klub, tidakkah tayangan sepakbola Inggris ini menjadi salah satu tayangan hiburan paling digemari di seluruh dunia? Bukankah berbagai belahan dunia berlomba-lomba menyiarkan pertandingan-pertandingan sepakbola Inggris dengan imbalan uang? Tidakkah sepakbola ini tak lebih sebuah produk ekspor yang menguntungkan? Berapa banyak orang di Inggris ini dihidupi oleh industri yang bernama sepakbola maupun segala sesuatu yang terkait dengannya?
Yang lebih menguntungkan lagi, berbeda dengan industri lain, sepakbola tidak perlu mengolah sumber alam ataupun semacamnya untuk menghasilkan produk. Tidak ada ancaman akan kehabisan sumber produksi. Yang perlu dipikirkan hanyalah agar mereka tidak mengabaikan perkembangan tekhnologi terbaru agar selalu bisa menjual produknya menggunakan tekhnologi mutakhir. Mengeruk keuntungan memanfaatkan tekhnologi terbaru.
Dalam konteks ini penayangan sepakbola via internet menjadi penting. Apalagi selama ini streaming siaran sepakbola via internet sudah jamak terjadi walau haram karena sekadar pembajakan dari siaran via televisi.
Untuk kasus penayangan pertandingan Inggris melawan Ukraina sendiri bisa dibayangkan kalau penggemar sepakbola Inggris menentangnya. Sudah salurannya terbatas, membayar pula.
Ini reaksi yang persis sama ketika liga utama Inggris atau Premier League lahir lalu saluran televisi tertentu di Inggris memonopoli hak siarnya dan hanya memperbolehkan mereka yang berlangganan untuk menontonnya. Namun belakangan saluran televisi tersebut terbukti mampu mengemas dan memasarkan siaran sepakbola Inggris menjadi yang terlaris di seluruh dunia. Ekspor industri sepakbola Inggris menjadi kecemburuan negara-negara lain.
Siapa yang berani bertaruh bahwa penyiaran lewat internet ini dimasa depan tidak akan sesukses saudara telivisinya?
Selengkapnya...
8 Okt 2009
Info Sepakbola | Pemian Sepakbola terkaya di Inggris
Pemain Manchester United mendominasi tempat teratas di daftar pemain sepakbola Inggris dengan pendapatan terbesar. Ada empat nama pemain 'Setan Merah' di posisi lima besar.
Dalam Daftar Pesepakbola Terkaya terbaru --untuk 2009/2010-- yang dirilis oleh situs FourFourTwo, nama David Beckham ada di posisi pertama. Dia didapuk jadi pemain sepakbola Inggris dengan pendapatan terbesar setelah ditaksir memiliki 125 juta poundsterling (Rp 1,87 trilun).
Jumlah pemain LA Galaxy dan gelandang Inggris itu berselisih sangat jauh dari pemain dengan pendapatan tertinggi kedua, yakni Michael Owen, di mana penyerang Manchester United itu "hanya" disebutkan memiliki nilai 38 juta poundsterling (Rp 569 miliar).
Bergabungnya Owen ke MU usai membela Newcastle United memang bikin gajinya direduksi jadi tinggal setengahnya. Terlebih sekarang dia juga dibayar berdasarkan jumlah penampilan belaka. Namun, menurut FourFourTwo tetap mendaulatnya di tempat kedua.
Di bawah Owen ada rekannya di lini depan MU, Wayne Rooney, yang pendapatannya hanya berselisih satu juta poundterling saja. Selain gaji per pekan yang mencapai 100 ribu poundsterling, Rooney juga mendulang banyak uang dari kerjasamanya dengan EA Sports, Coca-Cola dan Nike.
Rio Ferdinand yang mengawal lini pertahanan MU ada di tempat keempat dengan pendapatan mencapai 30 juta poundsterling (Rp 451 miliar). Pendapatan utama bek 30 tahun itu didapat dari gajinya yang 120 ribu poundsterling per pekan plus kerjasama dengan Nike.
Pemain veteran MU, Ryan Giggs, menempati posisi lima dengan 24 juta poundsterling (Rp 360 miliar). Pemain sayap yang masih jadi andalan di usia 35 tahun tersebut mendapatkan gaji 75 ribu poundsterling dan telah tampil di sejumlah iklan untuk Reebok, jam Citizen dan Givenchy.
Dua pemain Chelsea, Michael Ballack dan Frank Lampard, secara berurutan ada di posisi enam dan tujuh. Ballack dinilai mendapatkan 22 juta poundsterling, sementara Lampard berselisih tak jauh dengan 21 juta poundsterling.
Steven Gerrard menjadi satu-satunya pemain Liverpool yang hadir di posisi sepuluh besar daftar tersebut, dengan menempati posisi delapan. Pendapatannya disebut mencapai 20 juta poundsterling (Rp 300 miliar).
Duo Chelsea menutup sepuluh besar daftar ini. Ada John Terry di posisi sembilan, diikuti oleh Didier Drogba di bawahnya. Keduanya masing-masing memiliki 18 juta poundsterling dan 16 juta poundsterling.
Daftar Pemain Sepakbola Terkaya Inggris Versi FourFourTwo (20 Besar):
1. David Beckham £125m LA Galaxy
2. Michael Owen £38m Manchester United
3. Wayne Rooney £37m Manchester United
4. Rio Ferdinand £30m Manchester United
5. Ryan Giggs £24m Manchester United
6. Michael Ballack £22m Chelsea
7. Frank Lampard £21m Chelsea
8. Steven Gerrard £20m Liverpool
9. John Terry £18m Chelsea
10. Didier Drogba £16m Chelsea
11. Nicolas Anelka £14m Chelsea
11. Fernando Torres £14m Liverpool
11. Ashley Cole £14m Chelsea
14. Emile Heskey £13m Aston Villa
15. Petr Cech £12m Chelsea
15. Gary Neville £12m Manchester United
15. Damien Duff £12m Fulham
18. Joe Cole £11m Chelsea
18. Dimitar Berbatov £11m Manchester United
20. Robinho £10m Manchester City
Selengkapnya...
Info Sepakbola | Manajer Terkaya di Inggris

Selain pemain dan pemilik klub, majalah FourFour Two juga merilis daftar manajer tim paling kaya di Inggris. Fabio Capello adalah pemuncak daftar tersebut, hanya dua tahun setelah direkrut sebagai pelatih timnas Inggris.
Capello mempekerjakan orang Italia ini mulai Desember 2007 dengan gaji 6,5 juta pounds per tahun, setelah membangun reputasi hebat dengan memberi kesuksesan pada beberapa klub top Eropa seperti AC Milan, Real Madrid, AS Roma, dan Real Madrid.
Di bawah Capello adalah Roy Keane, yang baru tiga tahun menjadi pelatih. Sewaktu masih bermain untuk Manchester United, ia termasuk perintis kalangan pemain bergaji 100 ribu pounds per minggu. Buku otobiografinya laris manis dan masih menikmati penghasillan besar sejak dijadikan manajer oleh Sunderland dan kini Ipswich Town dengan gaji 6 juta pounds per tahun.
Keane memiliki penghasilan yang lebih besar daripada gurunya di Old Trafford, Sir Alex Ferguson, yang tahun ini "hanya" mengantongi 22 juta pounds. Meski demikian Fergie masih berada di atas tiga pelatih rival klubnya, Carlo Ancelotti (Chelsea), Arsene Wenger (Arsenal), dan Rafael Benitez (Liverpool).
Daftar 10 manajer terkaya 2009 versi FourFour Two:
1. Fabio Capello, 30 juta poundsterling atau sekitar Rp 449 miliar
2. Roy Keane, 27 juta pounds (Rp 406 miliar)
3. Sir Alex Ferguson, 22 juta pounds (Rp 330miliar)
4. Carlo Ancelotti £17 juta (Rp 254 miliar)
5= Sven-Göran Eriksson £15 juta (Rp 224 miliar)
5= Arsene Wenger £15 juta
7. Harry Redknapp £10 juta (Rp 149 miliar)
8= Rafa Benitez £9 juta (Rp 134 miliar)
8= Martin O'Neill £9 juta
10. Mark Hughes £8 juta (Rp 119 miliar)
Selengkapnya...
26 Sep 2009
La Liga Spanyol 2009/2010 | Rekor Baru Raul

Terus bermain bersama Madrid, membuat Raul Gonzalez mencatat rekor baru. Catatan terbarunya adalah sebagai pemain berpenampilan terbanyak di La Liga.
Saat ini Raul menyamai rekor pemain legendaris Real Madrid, Manuel Sanchis. Rekor ini dia buat saat ia masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan yang dimenangi Madrid ketika melawan Villarreal.
Kini Raul telah melakoni 524 pertandingan di La Liga. Jika Sanchis menorehkan catatan tersebut dalam kurun 1983 hingga 2001, Raul mulai menuliskan namanya sejak melakukan debut bersama "Si Putih" pada 29 Oktober 1994 silam.
"Dalam kaitannya dengan raihan pribadi, saya sangat puas dengan rekor ini, tapi yang ada dalam pikiran saya adalah pertandingan selanjutnya," ungkap Raul dalam wawancaranya dengan Madrigal.
Meski mampu menyamai catatan Sanchis dalam hal jumlah penampilan di Liga Spanyol, Raul masih kalah atas pesepakbola yang sama jika yang dihitung adalah total penampilan di semua kompetisi. Secara total tercatat 712 pertandingan dilakoni Sanchis dalam seragam Madrid, sementara jumlah laga yang sudah dimainkan Raul di semua kompetisi "cuma" 707.
Dengan cuma terpaut lima pertandingan saja, Raul hampir bisa dipastikan bakal mematahkan rekor berusia delapan tahun itu. Bahkan di tengah musim ini saja jumlah pertandingannya buat Madrid bakal jauh melampaui Sanchis.
Selengkapnya...
24 Sep 2009
La Liga Spanyol 2009/2010 | Ronaldo Cetak Rekor

Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya di buku rekor Real Madrid saat mengalahkan Villarreal akhir pekan lalu. Ia tercatat sebagai pemain Madrid dengan start paling gemilang di kompetisi La Liga.
Saat ini Ronaldo telah mengoleksi lima gol dari empat pertandingan yang telah ia lalui. Ia selalu mencetak gol untuk tim barunya, satu gol dibuat saat bertanding melawan Deportivo La Coruna, Espanyol dan Villarreal, dan dua gol saat bertemu Xeres.
Di Madrid memang ada beberapa pemain yang selalu bikin gol di empat pertandingan pertama yakni Hector Rial, Jose Garcia Castro, Jorge Valdano, Hugo Sanchez dan Wesley Sneijder. Namun kelima orang tersebut semua membuat empat gol di empat pertandingan pertama non-Liga Spanyol.
Catatan pesepakbola termahal itu bahkan lebih hebat lagi jika pertandingan Liga Champions ikut dimasukkan dalam jumlah gol yang sudah dibuat. Saat Madrid menundukkan FC Zurich 5-2, CR9 malah mendonasikan dua gol. Dengan kata lain sudah tujuh gol dibuat Ronaldo dari lima laga kompetitif Madrid musim ini.
Selengkapnya...
3 Sep 2009
Info Sepakbola | Pernik | Milan Dominasi Piala Super Eropa

Saat ini ada dua nama tim yang paling banyak mengoleksi gelar Piala Super Eropa. AC Milan berada diurutan paling atas dengan raihan lima gelar disusul oleh Juara di tahun ini, Barcelona dengan tiga gelar. Siapa saja tim pengoleksi gelar lainnya?
Ajang yang mempertemukan antara Juara Liga Champion dan Juara Europa League ini sebelum tahun 1998 dimainkan dengan sistem home and away. Sistem ini diubah pada tahun 1998 dengan hanya memainkan satu pertandingan dan selalu bertempat di Stade Louis II di Monako.
Berikut adalah daftar juara Piala Super Eropa:Tahun Juara Runner-up 1972 Ajax Glasgow Rangers 1973 Ajax Milan 1974 (tidak dimainkan) (tidak dimainkan) 1975 Dynamo Kiev Bayern Munich 1976 Anderlecht Bayern Munic 1977 Liverpool Hamburg 1978 Anderlecht Liverpool 1979 Nottingham Forest Barcelona 1980 Valencia Nottingham Forest 1981 (tidak dimainkan) (tidak dimainkan) 1982 Aston Villa Barcelona 1983 Aberdeen Hamburg 1984 Juventus Liverpool 1985 (tidak dimainkan) (tidak dimainkan) 1986 Steaua Bucharest Dynamo Kiev 1987 Porto Ajax 1988 Mechelen PSV Eindhoven 1989 Milan Barcelona 1990 Milan Sampdoria 1991 Man. United Red Star Belgrade 1992 Barcelona Werder Bremen 1993 Parma Milan 1994 Milan Arsenal 1995 Ajax Real Zaragoza 1996 Juventus PSG 1997 Barcelona Dortmund 1998 Chelsea Real Madrid 1999 Lazio Man. United 2000 Galatasaray Real Madrid 2001 Liverpool Bayern Munich 2002 Real Madrid Feyenoord 2003 Milan Porto 2004 Valencia Porto 2005 Liverpool CSKA Moscow 2006 Sevilla Barcelona 2007 Milan Sevilla 2008 Zenit St. Petersburg Man. United 2009 Barcelona Shakhtar Donetsk
Selengkapnya...
2 Sep 2009
Info Sepakbola | Pernik | 'Klub 100' Premier League

Nicolas Anelka menjadi pemain ke-15 yang bisa mencetak 100 gol di Premier League. Ia pun bergabung dengan 'Klub 100', di mana di dalamnya berkumpul nama-nama seperti Thierry Henry dan Alan Shearer.
Yang dimaksud dengan 'Klub 100' di sini adalah kumpulan pemain yang sudah menorehkan 100 gol atau lebih sejak dimulainya era Premier League tahun 1992. Shearer memimpin klub ini dengan koleksi 260 golnya.
Sementara itu, mantan penyerang MU, Andy Cole, duduk di urutan dua dengan 187 gol. Mantan tandem sehati Cole di MU, Dwight Yorke, juga masuk klub ini. Yorke menempati posisi sembilan dengan koleksi 123 gol.
Sedangkan Thierry Henry duduk di urutan tiga. Selama delapan musim masa baktinya bersama Arsenal, penyerang asal Prancis itu sukses menorehkan 174 gol. Berikut adalah 'Klub 100' Premier League seperti dilansir Daily Mail.
'Klub 100' Premier League:
1. Alan Shearer (260 gol)
2. Andy Cole (187)
3. Thierry Henry (174)
4. Robbie Fowler (161)
5. Les Ferdinand (150)
6. Teddy Sheringham (147)
7. Michael Owen (143)
8. Jimmy Floyd Hasselbaink (128)
9. Dwight Yorke (123)
10. Ian Wright (113)
11. Dion Dublin (111)
12. Robbie Keane (107)
13. Emile Heskey (101)
14. Matt Le Tissier (100)
15. Nicolas Anelka (100)
sumber detik.com
Selengkapnya...
Info Sepakbola Pernik | Materazzi Tuntut Kartu Merah

Meski ini hanya sebuah episode dalam film, Materazzi tidak terima atas kartu merah dalam film seri tersebut. Bek Inter Milan itupun melayangkan tuntutan kepada pembuat acara tersebut.
Film yang berjudul 'Ispettore Collandro' atau Inspektur Coliandro ini, pada satu episode seorang karakter mengeluhkan performa timnya di Fantasy Football, dengan tudingan diarahkan ke Materazzi.
"Kali ini dia (Materazzi) bahkan dapat kartu merah lagi," keluh si karakter kala itu, sebagaimana diwartakan Mirror.
Penggalam kalimat dalam film tersebut ternyata tidak berkenan di hati Matrix (julukan Materazzi). Bek tengah asal Italia tersebut minta ganti rugi ke pihak pembuat serial, dengan besaran 1 euro (sekitar Rp 14 ribu) untuk satu orang pemirsa yang sudah melihat tayangan itu.
"Kami telah menerima keluhan dari si pemain. Ironisnya saya ini sebenarnya adalah pendukung Inter. Di seri ini bahkan bakal terus ada rujukan ke tim tersebut," keluh sutradara Marco Manetti yang membesut Ispettore Collandro.
Selengkapnya...
25 Agu 2009
Info Sepakbola | Rekor Transfer Madrid

Sejak awal tahun 2000-an Real Madrid menjadi klub paling royal dalam membeli pamain. Sampai saat ini mereka telah empat kali memecahkan rekor transfer pemain. Klub yang mengusung filosofi Los Galacticos ini pertama kali membuat rekor transfer saat membeli.... Luis Figo dari rival abadinya, Barcelona, di tahun 2002.
Setahun kemudian mereka memecahkan rekornya sendiri dengan membeli bintang Perancis Zinedine Zidane dan Juventus dengan harga hampir 46 juta poundsterling. Rekor pembelian Zidane sempat bertahan lama, bahkan hingga Zidane pensiun.
Real Madrid kembali memecahkan rekor transfer pemain yang mereka buat sendiri saat mereka membeli Kaka (56 juta pounds) dan Cristiano Ronaldo (80 juta pounds) dalam kurun waktu hanya dua minggu.
Berikut ini daftar pembelian termahal klub raksasa Spanyol tersebut, seperti tercatat di situs Wikipedia:No Nama Negara Dari Harga Waktu 1 Cristiano Ronaldo Portugal Man. United 80 juta Juni 2009 2 Kaka Brasil AC Milan 56 juta Juni 2009 3 Zinedine Zidane Perancis Juventus 45,8 juta Juli 2001 4 Luis Figo Portugal Barcelona 37 juta Juli 2000 5 Karim Benzema Prancis Lyon 30 juta Juni 2009 6 Ronaldo Brasil Inter Milan 28,49 juta September 2002 7 David Beckham Inggris Man United 25 juta Juli 2003 8 Nicolas Anelka Prancis Arsenal 23,5 juta Agustus 1999 9 Arjen Robben Belanda Chelsea 21 juta Agustus 2007 10 Pepe Portugal Porto 20,3 juta Juli 2007 11 Sergio Ramos Spanyol Sevilla 18,5 juta Agustus 2005 12 Wesley Sneijder Belanda Ajax 18,3 juta Agustus 2007 13 Walter Samuel Argentina AS Roma 16,77 juta Mei 2004 14 Robinho Brasil Santos 16,64 juta Agustus 2005
*) Harga dalam poundsterling.
Selengkapnya...












